PARIAMAN – Sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi kesehatan di Ranah Minang telah terwujud. Bertempat di Unisbar Convention and Exhibition (UCE), Kampus I Universitas Sumatera Barat (Unisbar), Pariaman, Pengurus Aliansi Perguruan Tinggi Kesehatan (APTKes) Indonesia Wilayah Sumatera Barat periode 2024-2029 resmi dilantik pada hari Selasa, 19 Agustus 2025.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, S.T.; Walikota Pariaman, Yota Balad, S.STP., M.Si; Ketua Umum APTKes Indonesia, Dr. Gunarmi Sholihin, S.KM, S.Tr.Keb, M.Kes ; serta perwakilan dari LLDIKTI Wilayah X.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan selamat dan menyoroti secara lugas tantangan utama yang dihadapi provinsi, yaitu ketidakmerataan distribusi SDM kesehatan, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Ia menyebutkan bahwa keterbatasan anggaran daerah serta rendahnya insentif menjadi kendala dalam merekrut dan mempertahankan tenaga kesehatan. Wagub menegaskan bahwa kehadiran APTKes sangat strategis untuk mendukung visi pemerintah provinsi “SUMATERA BARAT MADANI YANG MAJU DAN BERKEADILAN” , khususnya dalam misi peningkatan kualitas SDM. “Dalam mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu, aman dan terjangkau, sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia Kesehatan yang profesional dan berdaya saing global dalam jumlah dan sebaran yang merata,” ujar Vasko Ruseimy.”

Senada dengan itu, Walikota Pariaman, Yota Balad, dalam pidatonya menyebut pelantikan ini sebagai tonggak awal dari perjalanan panjang untuk memajukan pendidikan tinggi kesehatan di Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi melalui wadah APTKes. “Perguruan tinggi kesehatan memiliki peran sentral dalam mempersiapkan tenaga medis yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global,”. Walikota Yota Balad secara spesifik menyinggung peluang kerja global yang terbuka lebar. “Saat ini negara-negara maju seperti Jerman, Jepang dan Korea, sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang handal, karena mereka kekurangan manusia nya, untuk mengisi hal tersebut,” ungkapnya, mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak agar lulusannya siap kerja dan relevan dengan kebutuhan pasar.

Sementara itu, perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Reri Anton, ST., MM, memberikan gambaran kondisi perguruan tinggi kesehatan di wilayahnya. Disampaikan bahwa dari 115 perguruan tinggi di LLDIKTI Wilayah X, 81 di antaranya berada di Sumatera Barat, dengan 30 di bidang kesehatan (namun hanya 22 yang masih aktif). Pihak LLDIKTI berharap APTKes Sumbar dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan mutu PT Kesehatan agar lebih banyak lagi yang mampu meraih akreditasi Unggul.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru yang dipimpin oleh Dr. Fanny Ayudia, M.Biomed sebagai Ketua, APTKes Wilayah Sumatera Barat diharapkan dapat segera menyusun program kerja yang konkret dan menjadi wadah untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. Seluruh pimpinan daerah dan pemangku kepentingan menaruh harapan besar agar APTKes Sumbar dapat menjadi motor penggerak dalam mencetak SDM kesehatan yang profesional dan berdaya saing untuk kemajuan Sumatera Barat.

,


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *